cinta kami ada dalam secangkir kopi, sepotong coklat, dan di blog ini..

Showing posts with label Akis/Kesit. Show all posts
Showing posts with label Akis/Kesit. Show all posts

Saturday, 13 May 2017

24 Bulan KRP

#latepost 



2015
Penyambutan itu,sempurna.
Saya telah menyiapkan kedatangannya dengan sempurna. 

Saya hamil tanpa derita morning sickness yang menyiksa. Saya juga menjalani kehamilan dengan full energi, full semangat, full aktivitas dan full kebahagiaan. Rasa-rasanya selama kehamilan saya ga pernah mengalami bad day, males atau ogah-ogahan. Nope. Rasa-rasanya selama hamil saya justru punya ide-ide segar dan mengerjakan banyak 'proyek'. Bahahaha....proyek di sini maksudnya bukan proyek yang akan menghasilkan rupiah. Ini cuma proyek aktivitas pribadi dan keluarga sajah.

Menjelang kelahirannya, saya prepare segala sesuatu dari yang besar sampai printilan yang kecil-kecil. Tak secuilpun ketinggalan. Saya juga membeli buku dan majalah yang sengaja saya persiapkan untuk saya bawa ke Rumah Sakit demi membunuh rasa bosan ketika menunggu jadwal operasi ataupun mengurangi rasa sakit pasca lahiran. 

Jadi apa yang Ibu lewatkan untukmu, Sayang?


2015 ~ 3 hari pasca keluar dari Rumah Sakit
Mungkin penyambutanku sempurna.
Tapi rencananya untuk menempa kami jauh lebih sempurna.

Jaundice. Fototerapi. Dua istilah konyol yang tak pernah sedikitpun terbayang akan mampir ke dalam cerita kelahiran anak kedua saya. Dua istilah konyol yang tidak saya antisipasi dalam penyambutannya (Tapi memangnya siapa sih yang tau bayi kita akan kena jaundice?)

Fototerapi 36 jam dari yang tadinya hanya ke Rumah Sakit untuk kontrol pascalahir. Hanya disinar ini. Hanya kuning ini. Apanya yang perlu dikhawatirkan?? 
Saya tidak khawatir kok. Saya hanya takut. Saya hanya menangis sampai mata bengkak. Saya hanya browsing tentang jaundice setiap menit. Saya hanya tidak selera makan dan minum. Saya hanya bangun setiap 2 jam tanpa telat semenitpun untuk menyusuinya. Saya hanya tergugu setiap menyusuinya. Saya hanya terisak setiap memandangnya bertelanjang dada dalam boks di bawah sinar biru dengan mata ditutup kain hitam. Saya hanya tak henti mencecar dokter anak setiap visit. Saya hanya ... Ahh. 

Ya saya hanya seperti itu. Saya tidak khawatir. Hiks


penghujung Mei 2016 ~ selang berapa minggu dari ulang tahun pertamanya
Ya, bayi kecil saya mulai bisa menapak bumi dengan kedua kakinya sendiri.

Bumi Allah luas, Sayang. Berjalanlah.


masih 2016 ~ selang sedikit bulan dari dia mulai bisa berjalan
Tak ada lagi ngompol-mengompol. Tak ada pula diapers.
Dia akan membangunkan kami ketika tengah malam merasa ingin pipis.
Atau pada siang hari dia akan mendekat kepada yang berada di dekatnya dan berbisik "pipih" sebagai permintaan tolong untuk melepaskan celana dan membantunya buang air kecil.


Mei 2017
5 hari menjelang tahun ke-2 nya, penyambutan dilakukan oleh keluarga virus Picornaviridae yaitu Coxsackie tipe A dan Enterovirus 71. Ya, Hand Foot Mouth Disease (HFMD) atau istilah genitnya Flu Singapura. Akis terinfeksi dan baru membaik pada tanggal 6 Mei_satu hari pasca umurnya genap 2 tahun.

Flu Singapurn telah membuatnya benar-benar tidak mau makan dan minum susu selama 3 hari. Sampai kondisinya membaik pun, bahkan sampai makannya kembali lahap pun, dia masih trauma dengan dot sehingga secara kebetulan dia menyapih dirinya sendiri dari dot. Bravo! 

Sebenarnya kami sudah mencoba perlahan-lahan mengurangi pemakaian dotnya dengan target pada usia 2 tahun dia akan tersapih dari dot. Tapi selalu gagal! Maka kami ucapkan terima kasih untuk Flu Singapura dan teruntuk Akis sayang.

Terrible two! Yeah, entah karena kebetulan habis sakit saja atau memang benar teori tentang terrible two itu bahwa menginjak usia 2 tahun akan mulai masa-masa mood swing, tantrum, kerap melawan, membantah. Ucapkan selamat tinggal pada bayi manis kita yang menggemaskan dan suka mengumbar senyum manis sana-sini. Perbarui saja energi dan kesabaranmu mulai usianya ini. 

Kesit Raka Panjalu, 5 Mei 2017 kamu membersamai kami selama 2 tahun. Adakah yang lebih manis dari senyummu? Adakah yang lebih membuat Ibu kecanduan selain panggilan "Ibu"mu untuk Ibu? Adakah Ibu pantas mendustakan nikmat menjadi ibumu? 

Dua tahun memilikimu, dan sungguh banyak yang belum Ibu persiapkan untuk hidupmu.










Read More

Monday, 21 November 2016

Panggilan Candu

"Ibu"  adalah mantra yang selalu bisa kau panggil saat lelah dan kalah

Hingga hari ini_setelah 5 setengah tahun menjadi orang tua_ ada satu panggilan yang tetap membuat saya bergetar meski tiap hari selama 5 setengah tahun itu saya mendengarnya setiap hari : panggilan “Ibu”.

Panggilan itu tetap menjadi ring tone favorit bagi telinga melankolis saya.  Entah si sulung Mas Ed atau si keci Akis meneriakkan panggilan itu dengan nada apapun_merengek, riang, manja, merajuk, merayu, atau bahkan dengan marah sekalipun! Saya tetap suka mendengar mereka memanggil saya “Ibuuuu” atau “ Buuukkkk”, atau Akis yang suka sekali mengayun-ayunkan nadanya naik turun “Iiibbbuuukkkk”. Ahhh gemash!

Ketika mereka memanggil saya dengan sebutan “Ibu”, saya seperti mengunyahnya pelan-pelan, mencecap berbagai rasa memenuhi rongga hati saya : syahdu; bangga; dan merasa dibutuhkan, selanjutnya mencernanya dengan perlahan, dan kemudian menimbulkan rasa ‘lapar’ untuk dipanggil “ibu” lagi.

Saya yang ketika dipanggil oleh mereka selalu buru-buru menjawab : “dalem, Sayang” (dalem adalah bahasa Jawa halus yang artinya adalah “saya” atau “iya”) selalu berusaha menjawab dengan nada yang hangat dan enak didengar, meski kadang tergoda juga untuk menambahkan falset tinggi di nada yang terakhir karena didera rasa capek dan stress karena tingginya tingkat beban rutinitas atau atas kondisi tak terkendali.

“Dalem, Sayang” memang sudah menjadi 'merk dagang’ bagi saya sejak mereka masih orok hingga Edsel sebesar sekarang dan Akis seumur saat ini dengan harapan mereka juga akan terbiasa menjawab setiap panggilan dengan 'halus' dan enak. Rasanya ada pengikat tak terlihat dalam jawaban saya itu. Pengikat yang hendak selalu saya eratkan kepada mereka setiap waktu agar mereka tidak pernah lupa bahwa sampai kapan pun, mereka tetaplah anak kesayangan saya yang bisa selalu datang ke pelukan saya. Pelukan yang tetap kukuh, meski fisik dikejar rapuh.

“Ibu” adalah panggilan yang terhebat untuk saya. Membuat jiwa saya bergelenyar.
Se-under dog apapun saya di mata orang lain, tapi panggilan “Ibu” telah dengan serta merta menobatkan saya menjadi ratu nomor satu untuk kedua nyawa yang di dalam mata mereka saya berutang bahagia.

“Ibu” adalah panggilan candu untuk saya.
Read More

Tuesday, 31 May 2016

12 Bulan KRP

Aku selalu menunggu senja 
Menunggumu....

Mendekap senyum dan tawamu 
yang kusimpan erat-erat
di hati
di kepala
di setiap ruang yang bisa kutitipi bayangmu

Senyummu adalah sihir
yang bisa menukar segala letih dan penat se-beban apa pun


I'm 1 year old!

Inginnya sih setiap bulan bisa update milestone-nya si krucil. On time. Tapi apa daya, dengan alasan pekerjaan dan kuliah yang gunung-menggunung, keinginan hanya sebatas keinginan. Beberapa hari terakhir udah agak punya waktu senggang, tapi mau nulis beratnya ampun-ampunan. Lebih milih nonton Sherlock Holmes dengan aktor Benedict Cumberbatch di laptop sambil ngeteh sama si Ayah. Blogger.com pun sementara dilempar ke atas lemari demi agar tidak menganggu mood nonton.

Kembali ke Kesit Raka Panjalu yang tanggal 5 Mei kemarin ulang bulan ke 12 alias sudah setahuuunn!!! Ya ampuun apakah saya melewatkan sesuatu? Kenapa tau-tau si bayi sudah 1 tahun??

  • Masih tetap rambatan. Belum bisa jalan juga. Sabar-sabar. Beda anak beda perkembangan.#elusdada
  • Gampang dibikin hepiiiii. Akis itu selalu sumringah. Ketemu siapa saja, termasuk orang asing, dia akan mudah beradaptasi dan senyum-senyum gembira. 
  • Hobinya buka-buka kulkas. Grrrrrhhhh..... Dan kalau dilarang akan huwaaaa,,, termehek-mehek dengan air mata pilunya.
  • Demen manjat. Banget. Apa aja dipanjat : meja, rak buku, kursi, kaki emaknya, kaki babenya, dan apa pun yang memungkinkan untuk dipanjat.
  • Makan angot-angotan. Kadang lahap, kadang ga habis. Tapi ya pasti makan dalam sehari. 
  • Umur 11 bulan kita kasih beras hitam, dan dia sukaaa sampe sekarang. Lebih suka daripada beras merah. 
  • Giginya 6 biji! Aih...saya pernah jadi korban keganasan si gigi ini. Puting sebelah kanan luka, daleemm banget. Sembuhnya lamaaaa, bahkan sampai kepikiran apa disapih aja yang sebelah kanan karena saking ga kuatnya nahan sakittt. Ah jadi ibu itu ya, sakitnya ga cuma pas melahirkan aja, menyusui pun bisa jejeritan karena tragedi puting luka. Tapi untungnya 2 minggu-an udah sembuh perlahan-lahan.
  • Bulan Mei di ulang tahun pertamanya, kirain itu bulan terakhir minum profilaksis TB, eh ternyata masih ambil obat untuk 1 bulan lagi. Uffttt...sabar ya cintaku. Ibu tidak jadi menghadiahkan free minum obat. Semoga 1 bulan ke depan segera berlalu dan cinta-cintaku tidak perlu minum profilaksis lagi. Ayah juga semoga bener-bener negatif sehingga ikatan solidaritas TB di keluarga kita bisa segera dibubarkan. He he he...
'Coklat kacang almond' ku berulang tahun. Selamat ulang tahun yang pertama Kesit Raka Panjalu. Tetap jadi coklat penyemangatnya Ibu, coklat pembahagia Ibu, coklat cintanya Ibu. Mmuahh mmuuah mmuaaahhhhh.
Read More

Thursday, 10 March 2016

10 Bulan KRP

Catet ya, mulai tanggal 5 Maret 2016 usia kamu sudah 2 digit bulan.





Eh ya kok tau-tau udah 10 bulan aja. Nanti-nanti tau-tau udah segede si Ed. Nanti tau-tau udah susah kalo mau dipeluk-peluk dicium Ibu setiap saat. Ah anak-anak.... setiap hari melihat mereka tumbuh, setiap hari berharap mereka lekas besar, lekas pintar, lekas belajar banyak hal, tapi di sisi lain ada harapan agar mereka tidak lekas dewasa biar tetap menjadi 'boneka lucu' kita. #mendadakharu.

  • Ulala...ternyata saya salah menandai kalender. Setelah saya cek lagi, tambahan sufornya Akis bukan di akhir bulan ke-8, tapi di pertengahan bulan ke 9. #EmangPentingYa?
  • Konsisten memanggil “Mhao” pada mas Edsel.
  • Konsisten bilang “maem” sambil mulutnya mengecap-ngecap jika waktunya makan dan melihat makanannya sudah siap. Eh ini sebenarnya bukan dimulai bulan ke-9 ding, udah dari bulan keberapa tauk, tapi saya lupa nyatet.
  • Konsisten mengangkat tangan kanannya ke depan tiap lihat ayam dan cicak. Hihi...mau melambai manggil kali yak?
  • Makin ke sini makin sering tepuk tangan jika lagi hepi, atau mendengar kita bernyanyi.
  • Makan udang?? Oh tak masalah! Berarti gen alergi udang dari ayahnya tidak menurun ke Akis. Untunglah nak, Ibu sudah khawatir aja kamu seperti Buapakmu yang gatel tiap makan udang.
  • Sungguh bener teori saya beberapa bulan yang lalu kalo Akis tu hatinya lembut. Terbukti kalo dibentak kakaknya karena merebut mainan, maka dia akan bercucuran air mata, nangis pilu.
  • Rambut apa kabar? Ada setitik harapan untuk bertambah meski hanya satu dua helai. 
Peluk cium Ibu untuk Kesit Raka Panjalu yang agak kurang pelukan. Maafkan Ibu ya sayang, kalo Ibu sering pulang telat. Maafkan Ibu jika kadang Ibu lupa siapin buah potong untukmu. Maafkan Ibu jika sering mengeluh jadi zombie yang kurang tidur karena sering bangun malammu bisa sampe 5 kali (!!). Tapi jangan sering-sering bangun malam dong, nak. Yak? Yak? 
Read More

Friday, 4 March 2016

9 Bulan KRP

#latepost 5 Februari 2016



Akis ku. Akis kesayangan Ibuk. Akis mood booster-nya Ibuk. Sudah 9 bulan. Kita lihat yuk rapormu dari usia 8 bulan ke 9 bulan ini.

  • Akis masih tetep mesra sama ibunya. *Ahh... mendadak rindu.
  • Bisa duduk sendiri. Bukan didudukkan ya, tapi duduk dengan kekuatan dan inisiatif sendiri. Dari merangkak ayo, dari tidur ayo, dari berdiri juga ayo. Tapi yang dari posisi berdiri ini dia agak susah nyari pegangan dulu biar bisa duduk enak. 
  • Bisa berdiri dengan berpegangan dan merambat sedikit demi sedikit. Edsel dulu di usia berapa ya berdiri dengan berpegangan? Kayaknya sih bulan-bulan ke-10 gitu. Girang banget ya lihat bayi kita (Bayi. Kamu masih tetap bayi Ibuk nak!) yang setiap hari kita lihat cuma dalam posisi horizontal tiba-tiba dalam posisi vertikal.
  • Gigimu mana gigimu nak?? ada 4 biji euy. Yang nongol pertama 2 yang di bawah. Ini pake acara demam selama 3 hari. Ini riwayat demam lama yang pertama untuk si KRP, pake ada ruam-ruam segala lagi. Ada ceritanya di sini, di sini, dan di sini. Kemudian disusul 1 biji di atas, ga ada drama, aman. Terakhir yang ke empat, di atas juga, dan pake demam lagi juga. Rekor kan? Kalo Edsel dulu tumbuh gigi ga ada drama-drama demam. Tumbuh mah numbuh aja. Iya meski sama-sama anak saya, beda cerita boleh aja kan?
  • Makan ga ada masalah sih ya. Masih tetap lahap dan ga pilih-pilih. Semoga konsisten begitu ya, walaupun pesimis karena biasanya ada masa anak itu GTM. Tapi semoga anakku baik-baik saja ya Allah dalam hal per-makanan. Amiinn. Amiinnn. 
  • Setelah lulus segala macam protein hewani tanpa ada gejala alergi, di pertengahan bulan ke-8 mulai dikenalin ikan laut, daaan baik-baik saja!! Alhamdulillah. Pe-er besar saya adalah meluluskan Akis untuk seneng makan ikan laut dan sayur sampai nantiiiiiii selamanya. Kabulkan ya Allah, kabulkan. Amiiinnn. Saya trauma dengan Edsel, setelah 2 tahun pertama suka ikan dan sayur, berubah drastis dengan mencium baunya saja mual.
  • Begitu mendengat suara musik, atau suara yang ritmis, atau apa pun itu 'yang terdengar seperti nada teratur', badannya langsung bergoyang-goyang dengan kepalanya mengangguk-angguk. Eh lucu banget. Meski lagi bete sekalipun, begitu denger suara itu otomatis ngangguk-ngangguk deh tu kepala.
  • Suka nyari-nyari cicak di dinding, begitu lihat, heee senyum. Seneng sama ayam juga.
  • Seneng banget kalo diajak nyapu sambil digendong. Pakai payung juga girang banget dia. Untuk kedua aktivitas itu (cie aktivitas...) sering nangis kalo diajak udahan. Wee...memangnya kerjaan kite cuma nyapu sama jalan-jalan pake payung doang boy?
  • Dan ini yang paling jegler! Akis mulai minum ASIP dicampur susu formula di akhir bulan ke-8. Ah sedihnya aku. Sebenernya tabungan ASIP di freezer masih, tapi cuma sekiitar 20 botolan. Padahal makin hari hasil pumping makin sedikit. Palingan cuma bawa pulang 1 botol 100 ml doang dari kantor. Padahal tiap hari ngabisin rata-rata 3 botol, jadi ga balance kan antara pendapatan sama pengeluaran. Udah pasti defisit deh kalo diterus-terusin gini. Maka saya ambil keputusan kalo ditinggal ngantor minum ASIP sama sufor. Takutnya nanti kalo tabungan ASIP bener-bener habis dan hasil pumping juga gini-gini aja, langsung full sufor anaknya kaget dan emoh sufor. Iya deh iya, saya ga ideal. Anak saya ga ideal. Masa ASI eksklusif 6 bulan sudah terlewati, tapi masa 1 tahun no sufor ga terkejar juga. Kebayang dulu si Ed sampai buang-buang ASIP karena saking ga muat freezernya. Kebayang dulu bisa bawa pulang 4 botol di usia-usia Edsel 9 bulanan gini. Ah sudahlah lah ya. Saya bukan ibu ideal.

Gigih makan stroberi

Dadaaa....main sendiri ya.


Sehat selalu ya Sayang. Kamu dan mas Ed seperti coklat dan kopi buat Ibuk, bikin nyaman dan nagih! 



Read More

Saturday, 23 January 2016

Misteri Demam Si Bungsu (III-habis)

Senin, 18 Januari 2016
Bangun pagi hal pertama yang saya lakukan adalah mengukur suhu si 2nd baby dengan telapak tangan (!!) karena setiap ditempelin termometer berontak melulu. Anget sih, tapi jelas suhu sudah turun dibanding kemarin. 

Eh tapi dia kok lemes sekali ya? Sama sekali tidak mau tersenyum dan merayap seperti biasa. Panik pun melanda. Jangan jangan... Saya selalu ingat pola demam pelana kuda yang dimiliki oleh penyakit demam berdarah. Suhu tinggi selama kurang lebih 3 hari, kemudian turun. Dalam masa suhu turun ini klinis anak terlihat lemah sekali. Ini lah masa kritis. 

Saya periksa lagi ruamnya. Jangan-jangan ini ruam tanda-tanda DBD. Banyak literatur menyebutkan ruam DBD dan ruam campak mirip. Ya Allah jangan!

Saya segera menyiapkan segala sesuatu untuk membawa Akis tes darah. Saya tidak mau kecolongan ya Allah... Apalagi maraknya kasus DBD di musim penghujan sekarang. Sambil menunggu kakung yang akan mengantar ke rumah sakit, saya tetap memberinya makan dan camilan seperti biasa sambil pantau keadaannya.

Hei...tapi dia makannya banyak lho. Dan mulai merayap kemana-mana meski wajahnya belum terlihat sumringah. Coba baca-baca lagi artikel DBD dari Milis Sehat, juga print out jawaban-jawaban tentang DBD dari dokter di milis. Kayaknya behavior Akis tidak memenuhi syarat untuk disebut lemah. Lhah meski wajahnya tidak ceria tapi makan minum banyaakkk. Merangkaknya juga ga males-malesan.

Oke, kami tidak jadi tes darah. Meski saya harap-harap cemas juga sih, takut salah ambil keputusan. Tapi ayahnya menguatkan saya : tidak usah tes darah, he is very well! Ayahnya yakin demamnya Akis karena ruamnya itu. Entah campak, rubella atau apa pun. Itu hanya virus. Dan virus memang hanya bisa dilawan dengan daya tahan tubuh bukan? Tenang saja, si Akis anak ASI yang kuat. 

Semoga ya Allah, semoga. Semoga demamnya memang hanya karena ruam itu. Kalaupun memang benar demam berdarah pun, selama daya tahan tubuh kuat, tidak mesti horor kan. Tidak melulu harus pasang infus, minum obat, transfusi darah, dan sederet kehororan lainnya tentang pasien DBD. Bismillah semoga apa pun itu daya tahan tubuh Akis yang akan menang. Amiinn.

Selasa, 19 Januari 2016
Ruam di wajahnya makin banyak. Bentuknya tidak lagi merah melebar seperti bentol digigit nyamuk, tapi kecil-kecil.


Ruamnya makin banyak.

Demam sudah tidak ada lagi. Meski masih banyak tidur siang (karena biasanya tidak pernah tidur siang), tapi wajahnya sudah terlihat cerah. Suka senyum seperti biasa. Babbling juga sudah kembali...he he he.

Rabu, 20 Januari 2016
Ruam mulai menyebar. Behavior? Wis, kembali ke asal. Pendekar Rajawali sudah kembali. He he he...

Ruam mulai merata, tapi anaknya sudah kembali aktif seperti biasa

Jadi, demamnya dia karena apa? Teething? Campak? Rubella? Roseola? Atau demam berdarah? Saya juga tidak tahu *mengedikkan bahu. Kalau kata ayahnya, ini demam campuran antara teething dan campak. Karena Allah sayang Akis, biar dia ga bolak-balik demam, jadi demamnya dirapel. Pusingnya orang tua juga biar hanya sekali aja.

Entahlah *mengedikkan bahu lagi.

The end.

Read More

Thursday, 21 January 2016

Misteri Demam Si Bungsu (II)

melanjutkan Sabtu 16 Januari 2016
Sampe rumah obatnya langsung saya minumkan karena Akis luar biasa rewel. Kecuali sirup antibiotik karena saya yakin Akis tidak butuh antibiotik. Sebenarnya obat yang lain selain parasetamol pun saya yakin dalam kondisi saat ini belum dibutuhkan. Tapi karena sudah dijadikan puyer saya kan tidak bisa milih-milih.  

Oh iya, Akis juga ditempeli gel penurun panas oleh bidan. Waktu itu sebenarnya saya sudah tanya bukankah prinsip penanganan demam adalah dikompres dengan air hangat, kenapa dikasih gel yang dingin. Tapi kata beliau kalo air iya harus hangat, tapi gel beda dengan air. Gel justru kebalikannya : harus dingin.

Iya tentang gel penurun panas itu sebenarnya saya masih ragu-ragu, sama seperti puyer yang akhirnya saya minumkan. Tapi memang saya panik. Mungkin lain kali kalo saya merasa tidak enak untuk menolak obat, saya minta obatnya tidak dicampur jadi satu. Sendiri-sendiri aja, jadi kalo cuma yakin butuh salah satu, yang lain tidak perlu diminumkan.

NB : jangan meniru saya ya. Lebih baik jadi pasien yang kritis. Bukan manut tapi palsu seperti saya. Ah, ini karena rasa pakewuh saya yang tinggi. Ini juga karena saya yakin bu bidan sungguh berniat baik dan ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya.

Setelah minum obat dan saya susui, Akis masih rewel, tapi cuma sebentar. Setelah digendong dan diayun-ayun Ayahnya dia pun tidur pulas. Hanya terbangun 2 kali untuk minta ASI.

Karena saya capek sekali, akhirnya niat mau browsing tentang kegunaan dan efek samping obat-obatan dalam puyer tadi pun ikut terlelap bersama saya.

Minggu, 17 Januari 2016
Paginya si bungsu bangun dengan ceria meski males-malesan dikit. Suhunya 38,1. Oke lah masih belum normal. Tapi obat sudah saya stop.

Semakin siang suhu semakin naik. Pukul 13.00 sudah mencapai 38,3 dercel. Semakin sore semakin tinggi. Lagi-lagi setelah maghrib suhu sudah nangkring di 39,6 dercel lagi. Hmm... Rewel pun semakin menjadi.

Obat saya jublakin lagi karena tak tega melihat kerewelannya.

Setelah minum obat, masalah baru muncul : tidak mau disusui! Alamak. Kalo biasanya menyusui adalah penenang di saat rewel, sekarang tambah rewel karena dia pingin nyusu tapi ogah karena seperti trauma dengan obat.

Saking capeknya nangis dan badan yang ditegang-tegangkan, dia tidur karena kecapekan.

Ahh saya sedih luar biasa.

Sampe di sini saya jadi ragu-ragu, benarkah demamnya karena teething? Selama ini kah demam karena mau tumbuh gigi?

Saya perhatikan ruamnya. Mungkinkah dia kena roseola? Tapi karakteristik roseola adalah ruam muncul ketika demam sudah turun. Berarti bukan roseola. 

Rubella? Bisa jadi. Karena ruam timbul saat masih demam. Tapi salah satu ciri rubella adalah ruamnya merata, dan umumnya demam tidak terlalu tinggi. Si Akis ruam hanya di wajah dan sebagian kecil tangan saja.

Atau campak?? Campak ditandai dengan demam tinggi, batuk pilek, sensitif terhadap cahaya atau fotofobia, konjungtivitas. Akis punya ciri kedua : selama demam dia sering mengedip-kedipkan mata tanpa kita tahu alasan jelasnya. Bisa jadi ini yang dimaksud fotofobia, mudah silau terhadap cahaya. Selain itu ruam muncul di saat demam masih tinggi. Ruam muncul di dahi dan wajah. Persis Akis ini mah!

Tapi masak iya umur 8 bulan campak? Lagian dia ga batuk pilek. Dia juga demam tinggi hanya ketika malam hari. Jadi apa donggg?? Hadeehh sungguh misteri.

to be continued ...
Read More

Tuesday, 19 January 2016

Misteri Demam Si Bungsu ( I )

Kamis, 14 Januari 2016
Sore, sepulang saya dari kantor, dahi dan tengkuknya anget. Tidak terlalu saya pikirkan, toh anaknya masih ceria. Malam juga masih anget, saya belum mengeluarkan termometer karna yakin he was okay.

Jumat, 15 Januari 2016
Bangun pagi hari sudah mulai agak panas. Termometer menunjukkan angka 38,5 dercel. Ini sudah kategori demam. Saya minta izin untuk tidak masuk kantor (karena saya juga sedang demam karena common cold)

Sampe siang si bungsu tetap tidak menunjukkan tanda-tanda batpil. Saya priksa giginya, oh muncul dua gigi di bawah, satu udah terlihat jelas, yang satunya lagi baru mbedhusul sedikit. Merasa lega karena demamnya kemungkinan besar karena teething.

Pukul 18.00 demam naik ke 38,6 dercel.

Sabtu, 16 Januari 2016
Seharian suhu badannya di angka 38,8 dercel. Anak masih main dan aktif merangkak ke sana kemari. Makan terlihat berselera, tetapi setiap saya suapin mau muntah hoek, dan hoek lagi. Coba saya ganti tekstur yang lebih lembut, bubur saring seperti usia 6 bulan. Eh dia lahap sekali. Sepertinya dia tidak bisa mengunyah (atau menelan?) yang bertekstur kasar seperti biasanya.

Setelah shalat maghrib suhunya 39,6 dercel. Akis mulai ga nyaman, bentar-bentar rewel dan gelisah. Oh dia butuh pain killer. Saya lihat di kotak obat persediaan parasetamol habis. Kami bawa dia ke bidan untuk minta parasetamol.

Dilihat bidan ada ruam ruam merah di wajah. Bentuknya seperti bentol digigit nyamuk tapi lebih lebar dan tidak menonjol, dan tengahnya ada bintil kecil berisi cairan (kecil banget sampe ga keliatan kalo ga diraba). Sebenarnya ruam itu muncul di hari Jumat, tapi saya pikir itu cuma digigit nyamuk aja.

Ruam-ruam merah di wajah, melebar dan merah jelas sekali. Belum terlalu banyak
Dikasihlah puyer berisi paracetamol, prednisone, dan chlorpheniramine, dan sirup amoxsan. Waduh saya surprise juga. Banyak nian obatnya. Itu tadinya saya juga tidak tahu isi puyernya apa saja, tapi saya minta untuk ditulis resepnya. Ketika saya tanya apa benar semua obat-obat itu dibutuhkan dalam kasus anak saya (padahal saya cuma minta parasetamol), dan dijelaskan dengan penuh optimis, saya iyain aja deh. Aduuh saya ga enak berdebat sama bu bidan ini. Beliau udah baiiikkk banget menolong saya sejak hamil anak pertama sampai di waktu-waktu darurat kapanpun dan kenapa pun.


to be continued...
Read More

Monday, 11 January 2016

8 bulan KRP

Ini Januari pertamanya Akis. Tau-tau udah 8 bulan aja si Winnie d' Pooh ini.

Akis 8 months old

Aihh... akhirnya si bayi bisa merangkak beneran

Anak siapa inihh??? Sukanya kaleng roti.


  • Bisa merangkak dengan lancar.
  • Jika didudukkan bisa tegak tanpa dipegangin. meski kadang kalo posisi ga pas, lama-lama bisa ambruk juga.
  • Bobo malam masih tetep bentar-bentar terbangun untuk minta ASI.
  • Stok ASIP semakin menipis, meski masih aman.
Harta karun ibu bekerja. Masih cukup, tapi sudah tidak sebanyak dulu.

  • Kurang suka beras merah yang bertekstur kasar. Beda kalo beras putih atau kentang yang teksturnya kasar, masih doyan.
  • Tiga kali makan besar dan dua kali snack buah.
  • Pernah coba dikasih finger food kentang, wortel, dan brokoli kukus. Dia tolak mentah-mentah euy. Dibuang-buang trus. Begitu dikasih jeruk, mau diemut-emut. Biskuit bayi juga oke kalo belum merasa bosen.
  • Belum numbuh gigi!
  • Mulai cerewet.
  • Dalam keadaan lapar, meski gerakannya aktif, mulutnya manyun, ogah senyum, males diajak becanda, ga mau bersuara. Lain kalo kenyang, habis nyusu atau makan, langsung tancap gas berceloteh, tertawa, dan senyum tak henti-henti.
  • Suka main kaleng roti untuk dipukul-pukul dan digelindingkan, suka mangkuk plastik untuk diemut-emut, dan 'barang-barang berguna' lainnya. Ketertarikan akan mainan mulai berkurang, tergantikan dengan benda fungsional. He he he 
  • Akhirnya doyan alpukat. Apa karena ini alpukat yang saya beli di Hypermart, lebih gede lebih bagus kualitasnya (dan lebih mahal juga, hiks). Alpukat yang biasa saya kasih dan akhirnya ga mau adalah alpukat yang saya beli di pasar.
  • Pernah nyalain kipas angin pas tidur malam karena panasnya ampun-ampunan, eehh lha kok paginya langsung batuk pilek. Tapi cuma sehari. Malamnya ga kita pakein lagi kipas anginnya, besoknya udah langsung ilang si batpil. Jadi ga kuat kipas-an angin to le? Tapi Ibuk belum kuat beli AC, jadi kalo panas dikipasin pake kipas tangan aja ya.
  • Mulai berontak kalo dikasih INH. Liat saya yang pegang sendok obat aja dia udah meronta-ronta. Tapi begitu disuapin ke mulut ya udah, ga ada drama lagi. Wajah pemberontaknya hilang seketika. Eh apa ga pahit sih nak?

"Pooh-nya Ibuk, si pipi gembilnya Ibuk. Ibuk, Ay, dan mas Ed sayang kamu seluas langit dan bumi".

I love you Akis.

Read More

Sunday, 10 January 2016

7 Bulan KRP

#latepost 5 Desember 2015


Kesit Raka Panjalu...Kesit Raka Panjalu-ku sudah 7 bulan di bulan Desember 2015 ini. Apa yang terjadi selama rentang waktu 6 bulan sampe ketujuh dalam hidupnya ?


7 bulan dia !!


  • Berat badan 8,2 kg.
  • Bisa dibilang Akis ini sepertinya lebih punya perasaan dibanding Edsel. He he he... bukan  berarti Edsel tidak punya perasaan, tapi Edsel itu cenderung 'keras'. Contoh aja nih, Akis jika lihat saya lewat dan sepertinya nyuekin dia, maka dia akan mimblik-mimblik dan pecah deh tangisnya kalo ga buru-buru saya samperin. Dia juga gampaaangg banget dibikin hepi, kita ajak main cilukba aja dia ketawa terkikik-kikik. Lah kalo si Ed? Umur-umur segitu, jangankan ketawa. Sampai yang becandain jungkir balik pun senyum aja dikit kagak (kecuali sama ayah atau ibunya). Jadi si adik ini lebih lembut hati kayaknya. Dan sebagai anak yang lembut hati dia pasti punya orang kesayangan. Siapa dia? Taraa....sayaaaa, emaknyaaa. Seneng rasanya setelah selama 4 tahun cuma dijadikan si Ed cadangan ayahnya. Akhirnya jadi tokoh utama jugak!
  • Karena saya sudah dinisbahkan sebagai orang kesayangan dia, maka begitu dia digendong orang lain dan melihat saya, meronta-ronta lah si Akis ini sembari tangan disodor-sodorkan ke arah saya. Hihi... akhirnya, begini to rasanya punya bayi yang nempel sama ibunya.
  • Mulai tanggal 1 Desember  minum INH untuk profilaksis TB. Hufftt... Anaknya sih gampang aja. Tinggal dipangku, jublakin tu obat, udah. Ga nangis ga berontak. Tapi sakitnya tu di sini... di hati Ibuk, naaakk. Hiks.
  • Rambutnya? Gitu-gitu aja. Kayak ga numbuh deh.
  • Gaya mobilitasnya dia : merangkak 2-3 langkah, lalu klisuuttt ... nglasut. Merangkak lagi nglasut lagi. Entah ini sudah bisa dinamakan merangkak belum. Tapi yang jelas nglasut-nya dia cepet bener. Dengan tumpuan tangan/siku, tau-tau udah kemana-mana aja dia. 
  • Kalo didudukin bisa duduk tegak tanpa terjatuh untuk sementara waktu yang agak lama.
  • Masih tetap mengidolakan kakaknya. Ya macam anak-anak ABG yang ngefans sama seseorang. Diliatiiinn aja. Senyum-senyum jika lihat kakaknya, trus merayap ngejar. Padahal diajak becanda juga enggak.
  • Jangan tanya tidur siangnya ya. Haduh...#tepokjidat. Frekuensinya sih banyak, bisa 3-4 kali, tapi durasinya cuma 15 menitan paling pol. Tidur malamnya juga parah. Kalo dulu bisa dipastikan cuma bangun 2 kali dalam semalam. Semenjak Ayahnya dirawat di rumah sakit mendadak melonjak menjadi 5 kali bangun untuk nenen #gelenggelengkepala. Entah karena kebetulan aja atau karena cuaca sedang panas.
  • Makan? Ga ada masalah sih. Doyan makan dia. 3 kali makan besar dengan 1 kali buah sebagai selingan. Sampai hari ini dia udah makan beras pelangi, beras putih, kentang, jagung manis, daging sapi, ikan nila, hati ayam, tomat, labu kuning, wortel, segala macam sayur, tahu, tempe. Dan ga ada yang bikin dia alergi. Kalo dilihat jenis makanan si Akis di usia 7 bulan udah meriah amat ya? Beda bener dengan si Ed yang sepi, cuma 1-2 jenis. Bahkan ga berani ngasih wortel, bayem dan protein sampai usia 8 bulan. Iyah, menurut panduan MPASI WHO, dalam satu piring harus lengkap komposisi karbo, lauk, sayur. Dan kalo ga ada tanda-tanda alergi, udah hajar aja. Kasih aja semua ke anak, ga usah takut-takut. 
  • Dia ga suka buah apel dan pir. Yup. Jelas ga suka. Bahkan dari usia 6 bulan pun dia sudah menunjukkan gejala-gejala tidak suka dengan dua jenis buah ini. Apa gegara emaknya ya? Sedari hamil sampe menyusui sekarang pun, saya emoh buah apel. Tapi kalo pir boleh lah. Sama ubi ungu dia juga tolak mentah-mentah. Seret kayaknya.
Dah ah. Itu aja.

Lihat dah gayanya kalo mau merangkak

Cup cup mmuaahh. Tambah gemeesss sama Akis. Makasih ya sayang atas senyum-senyummu yang tak henti bertebar. Makasih atas 'ke-tidak pernah rewelan'mu. Makasih atas pipi gembilmu yang bikin capek Ibuk terbang. Makasih atas bau asem kringatmu yang bikin Ibuk selalu rindu. Rindu. Rindu... anak shalih kesayangan Ibuk, adik mas Ed tercinta.
Read More

Thursday, 12 November 2015

MPASI Perdana. Koboi!!


Akhirnyaaa....tiba saat dia mencecap sesuatu selain ASI ibunya

Pengalaman ngasih makan anak bayi untuk yang kedua kalinya bikin saya udah ga terlalu strict lagi. Sama seperti masalah pumping yang super santai tanpa menerapkan jadwal ketat seperti dahulu kala. MPASI perdana kali ini ga ada lagi tuh jadwal menu kayak si abangnya dulu (kalo jadwal jam nya sih ada lah ya). Ga ada juga rule tiga hari untuk satu jenis makanan baru. Tapi ini memang karena saya yakin Akis ga bakat alergian. Yakiin banget deh. Katanya ngasuh anak itu nurut instingnya ibunya. Nah ini dalam rangka saya nurutin insting aja. 

Sedari bayi merah, ni anak emang ga pernah alergi semacam bruntusan, bersin, batuk, pilek, ato semacamnya karna cuaca ato makanan tertentu yang saya makan. Aman-aman dan bandel aja. Makanya saya pede aja kasih dia makanan tanpa nunggu 3 hari baru ganti. Palingan cuma 2 hari, abis itu ganti menu lagi. Campur sana campur sini. Koboi bener deh.

Hari pertama : bubur beras pelangi saring + ASIP
Hari kedua : bubur beras pelangi saring + buah naga + ASIP
hari ketiga : labu kuning kukus + pepaya
Hari keempat : labu kuning kukus + buah naga + pepaya
Hari kelima : bubur beras pelangi saring + air jeruk manis
Hari keenam : bubur oat + pepaya

Bubur beras saring

MPASI kali ini juga ga ada acara belanja-belanji bahan makanan khusus untuk stok MPASI. Jadi pemilihan menu di atas ya karena memang akan dimakan orang serumah. Contohnya buah naga karena buah naga di belakang rumah kebetulan udah masak. Trus pepaya karena kita memang lagi punya buah pepaya untuk pencuci mulut. Labu kuning, kebetulan saya dibagi labu kuning sama bulik yang beli banyak. 

Cuma beras pelangi dan oat aja yang khusus saya siapkan untuk MPASI-nya Akis. Beras pelangi ini campuran dari beras merah, beras coklat, dan beras hitam. Niatnya sih mau beras coklat tapi karena stoknya kosong, saya ambil yang campur-campur ini.

Rainbow Rice alias si beras pelangi

Nah, si oat juga belinya baru kemarin karena mencari alternatif karbo pengganti beras. Kenapa ga kentang? Pernah baca tapi lupa di mana, kalo dari segi nutrisi bagusan beras daripada kentang. Rendah kalori sih iya, tapi kalo bayi kan memang lagi getol-getolnya butuh kalori. Bukannya ga akan dikasih kentang, tapi tar dulu. *Eh tolong dikoreksi ya kalo salah.

Oh iya, 
dan akhirnya saya mutusin untuk beli kursi makan bayi. Bukan yang mahal sih, cuma yang 200 ribuan aja yang penting dia makan di kursi, bukan digendong sambil jalan-jalan. Pernah pesimis kalo Akis bakalan ga suka duduk di booster seat. Eh ternyata saya salah. Dia fine fine aja, anteng - anteng aja, asik-asik aja makan di kursi sampai selesai acara makan. Akisss, memang kau selalu menyejukkan hati ibumu ini Nakkkk. Loveeeee you....

Eh kemarin sempet ada yang tanya juga, perangkat MPASI-nya Akis disterilkan ga? TIDAK. Cuma saya cuci bersih. 

Dulu waktu si Ed memang saya rebus di air mendidih sampe dia berusia satu tahun. Tapi karena lagi-lagi ini MPASI koboi, saya ikutin insting kalo ni anak ga bakalan diare biarpun piring dan sendoknya ga disterilkan. Dan ternyata bener. Akis baik-baik aja. Lagian menurut pemahaman saya, lingkungan yang terlalu steril ga akan bikin sistem imun anak bekerja dengan baik. Tapi ini ga bisa disamaratakan yaaa. Kasus per kasus. Beda anak barangkali beda pula perlakuannya.

Kesimpulan dari MPASI perdana si bungsu ini adalah : koboi tapi...EASY!
Sampai hari ini dan mudah-mudahan sampai seterusnya MPASI-nya Akis bikin saya santai. Ga ada lagi jadwal ketat yang saya ikutin. Ga ada lagi drama diare seperi si sulung dulu. Ga ada cucian piring seabreg karena perangkat blender yang penuh printilan pembikin pusing itu. Saya cuma kukus sana kukus sini, bikin bubur ini itu, trus saring! Udah. Minim perangkat yang musti dicuci. Ga ada pula acara merebus piring sendok.

Saya ingiiinnn sekali anak kedua ini ga jadi picky eater sampai gede. Ingiiiinnn sekali. Aamiiin ya Allah.

Read More

6 Bulan KRP

Bagaimana kabar dia si 6 bulanku ? 




Pernah pilek di usia yang 5,5 bulan. Ketularan kakaknya. Satu malam ga bisa tidur karena mampet. Besoknya? Langsung sembuh! Ga ngrepotin banget deh ni 2nd baby. Cinta cintaaaa...

Ada tambahan barang untuk dikenyot. Ga cuma jari-jari tangan, teether, boneka, rattle, plastik, perlak, guling, bantal, tangan emak babenya, tapi juga :  jempol kaki! Ini hobi baru. Kalo pake kaus kaki, maka ditarik dan diemut-emut lah itu kaus kaki. Pernah baca dan nonton parenting class-nya dokter Tiwi di Youtube kalo anak kita ngenyot-ngenyot jari dan barang-barang biarin aja! Itu normal. Ga usah dilarang-larang. Yang penting jaga agar sasaran 'pengenyotan'-nya dia bersih dan ga membahayakan. Ini duluuu juga saya terapin ke si Ed. Si sulung ga pernah saya tarik-tarik larang-larang kalo lagi ngenyot. Toh gedenya dia ga jadi 'pengenyot'. Maaf ye, bahasa saya pake istilah yang saya bikin sendiri. He he he ...

Bersiap mengenyot jempol kaki

Angkat bokong dengan tumpuan lutut. Eh mudah-mudahan ini dasar untuk latihan merangkak ya. Si abangnya dulu merangkak di pertengahan usia 6 bulan. Mampukah sang adik menyamai sang kakak? Kita tunggu tanggal mainnya.

Ngoceh-ngoceh. Yeayy... Dulu sih pernah ber-ao ao, tapi kurang agresif gitu. Nah, di awal usia 6 bulan ini, pas tanggal 5 si Akis mulai cerewet dengan agresif, ekspresif, dan suara lebih kenceng. Ini jadi hiburan yang kami tunggu-tunggu deh.

Lulus ASI esklusif!! Jadi sarjana ASI si Winnie d' Pooh sekarang. Ga terlalu excited dengan kelulusan ASI eksklusif-nya. Bukannya ga seneng tapi karena saya ga terlalu ngoyo dan 'keras' untuk menjaga ketersedian ASIP, jadinya ya biasa-biasa aja rasanya. Karena ini pengalaman kedua untuk meluluskan anak ASI jadi saya udah tau celah dan triknya. Beda lah ama pengalaman anak pertama yang usahanya berdarah-darah takut ASIP ga cukup. Tapi yang paling bikin santai sih karena dukungan lingkungan. Dulu jaman si Ed, saya berjuang tutup mata, tutup telinga, kerasin hati menghadapi penolakan, cibiran, dan tatapan aneh kiri kanan karena nabung ASIP. Sekarang nabung ASIP bukan barang yang aneh karena sudah banyak disosialisasikan oleh media. Terlebih banyak artis yang mengaku melakukannya juga, makanya masyarakat jadi familir dengan ASI eksklusif untuk ibu bekerja. Jadi yang paling bikin saya enteng dan ga merasa berat ya itu tadi : dukungan lingkungan.

Mulai makan. Yes! Bagi saya ini adalah salah satu langkah besar untuk si bayi tembem saya. Surprise aja rasanya liat anak kita yang biasanya tergantung sama kita sebagai satu-satunya sumber penghidupannya (ceile..sumber penghidupan. ga ada istilah lain apa?), eh tetiba ada benda lain yang masuk ke perut dia. Meski udah pengalaman kedua, tapi momen awal-awal MPASI masih bikin saya takjub lho. Ah saya memang emak drama deh.

Stok ASIP bagaimana? Masih ada dua rak di freezer, tapi udah ga penuh nuh. Yah, ini akibat saya yang ga terlalu ngoyo dalam pumping. Kalo ada males-malesnya saya pumping dini hari, maka saya menuruti kemalesan itu. Dalam hati saya berdalih :
 "Ah masih banyak stok di freezer ini. Lagian saya udah capek kerja seharian. Sampe rumah masih ngurus dua nyawa. Bolehlah saya menikmati tidur nyenyak sekali-kali." 
Padahal bukan sekali-kali juga sih, tapi berkali-kali. Aihhh.

Selamat ulang bulan ke - 5 Kesit Raka Panjalu. Sayang selalu dari Ay, Mas Ed, dan Ibuk.
Read More

Monday, 12 October 2015

Genderang MPASI

Saya sudah menabuh genderang MPASI Akis sejak 1 bulan-H. Ambisius ya mak? Ini sebenarnya buah dari kegelisahan saya menghadapi selera makan si Ed. Ga perlu dicurhatin panjang lebar di sini deh dengan selera makan si abang. Ibunya pusing tujuh keliling, selanjutnya emosi jiwa terpendam, kemudian masa bodo, kemudian trenyuh lagi, dan ending-nya bingung apa ada yang salah.

Sekarang ini memohon-mohon supaya diberi kemudahan untuk anak kedua ini. Sebenarnya si Ed dulu juga mudah sih. Ngalamin GTM cuma 1 minggu di seumur hidupnya. Dikasih makan apa aja hajar! Emaknya bangga, sombong. Di umur 2 tahunan dimulailah tantangan yang sebenarnya. Anak semata wayangnya mulai jadi picky eater. Picky eater tingkat rendah, meningkat ke level sedang, sekarang levelnya udah complicated. Untungnya anaknya ya kok sehat sehat aja ya biarpun tiap hari lauknya cuma telur dan ikan ? Untuuunnngg aja. Allah sayang kamu Nak. 

Tapi saya suka iri deh dengan ibu-ibu yang anaknya bisa makan dengan komposisi ideal sampai anaknya gede. Bisa makan sayur dan buah layaknya coklat. Bisa makan snack homemade layaknya permen lolipop.

Kembali ke Akis. Jadiii.... apa yang udah saya persiapkan? Belum ada! Haha...baru ke tahap mikir dan baca sana-sini.

Pigeon food maker, punya Ed dulu masih oke banget, ga perlu beli lagi. Emang kualitasnya bagus deh si Pigeon ini. Dulu harganya sekitar 200 ribu-an.

Saya males ambil punya saya yang tersimpan amat rapi di lemari bagian terbawah,
jadi gambar saya ambil dari babycity.co.za


Blender juga masih ada, masih bagus. Tapi pernah baca kalo makanan bayi sebaiknya ga diblender, lebih bagus disaring. Eh ini masih jadi perdebatan sih. Kalo pake blender enaknya praktis, tinggal tuang, pencet, jadi deh pure. Tauk deh tar, mungkin juga mau disaring aja. Tapi kalo lagi buru-buru, tinggal keluarin blender, wis gampang. Lihat situasi.

Usia 6,5 bulan udah mulai bisa kasih protein hewani. Nah ini ilmu baru nih. Dulu si Edsel kalo belum 8 bulan belum berani kasih protein hewani. Oke oke... Jadi kita beli choper aja ya biar bisa melumatkan daging sapi. Dulu si Ed ngolah dagingnya : daging direbus, dipotong-potong per-porsi, bekukan. Kalo mau makan, daging beku itu diparut, tar jadinya aluuuss banget kayak abon. Tapi usahanya musti gigih euy, secara daging beku kerasnya kayak batu. Bayangkan batu diparut. Tangan pegel-pegel sih udah tiap hari.

Sekarang mikir-mikir lagi deh untuk mengulangi masa-masa kelam itu. Kalo dilogika, mungkin kandungan gizinya udah banyak yang kebuang ya karena melalui proses : panas - beku - suhu ruang secara mendadak. Itu logika bodoh saya aja. Selain itu repotnya. Dengan anak dua seperti sekarang, kayaknya parut-memarut daging beku membatu yang membutuhkan waktu lama dan tangan pegel sudah tidak bisa lagi diterapkan. Hoshh...

Umm...apa lagi ya? 

Tekstur. Tekstur. Note it! Usia 6 bulan encer. 7 bulan agak kental. 8 bulan udah grenjel-grenjel. Ga ada lagi 8 bulan gasol. Ga ada lagi 8 bulan pure lembut. Ga ada !

Suplemen Fe? Err...sebenernya pas Edsel dulu udah ngeh, tapi ga concern. Ah anaknya sehat ini, ah anaknya lincah ini, ah perkembangannya bagus ini, ah ah dan ah. Tapi untuk si Akis ini kok udah mikir perlu ya kasih suplemen zat besi mulai 6 bulan. Saya adalah ibu hamil yang anemia. Kasian juga deh kalo anak saya ikut-ikutan ibunya ber-Hb rendah.

Highchair? Mahal yaaa. Ga kejangkau untuk kalangan seperti saya. Tapi yang perlu jadi catatan, anak makan kan ga boleh digendong. Taruh di highchair, ato dipangku deh kalo ga punya. Udah khatam ilmu ini sejak si abang mulai makan, tapi sulit diaplikasikan kalo anak cuma dititipin ke neneknya. Bener sulit. Masing-masing keukeuh dengan argumen masing-masing. Dan saya yang tau diri cuma nitip akhirnya ngalah, mlipir mundur. Sebenarnya pake stroler bisa juga sih. Strolernya Akis kan bisa disetting jadi tempat duduk dengan meja. Tapi kurang nyaman karena posisinya terlalu rendah kalo mau nyuapin.

Eh gimana dengan Gasol? Pernah baca di sebuah situs, kalo lebih bagus beras utuh yang dibikin bubur daripada dimasak dari tepung. Alasannya? Lupa. Tapi kalo ga salah beras yang dibikin tepung kadar indeks glikemik-nya lebih tinggi daripada beras utuh. Eh maaf kalo salah ya. Selain itu, rasa beras yang dibikin bubur beda sama bubur yang dimasak dari tepung. Padahal kan kita mau ngenalin dia makan beras, bukan makan tepung beras. He he he.. Jadi apa tetep mau pake Gasol kayak kakaknya? Mikir-mikir dulu deh.

BLW atau konvensional? BLW (Baby Led Weaning) yang digadang-gadang jadi cara ampuh bagi anak untuk mengembangkan kemampuan motorik dan menghindari GTM pernah terlintas saya terapin ke Akis. Tapi lagi-lagi karena 2 anak saya cuma diasuh oleh ibu saya, saya jadi ga tega deh 'memaksa' ibu saya untuk mendampingi Akis ber-BLW yang saya yakini akan menyita waktu dan energi untuk bersih-bersih. Takut juga kalo Akis kesedak dan ibu saya tidak punya kemampuan yang mumpuni untuk menghadapi situasi horor seperti itu. Jadi sampai detik ini saya masih condong ke konvensional.

Udah segitu dulu ya tabuhan genderangnya. Ini emaknya rempong banget ya mau makan aja. Dulu waktu Edsel juga rempong gini, tapi hasilnya? Edsel toh sekarang jadi picky eater juga. Eih, akan kutangkis : "Itu kan sekarang. Yang penting di 1000 HPK (Hari Pertama Kelahiran) nutrisinya udah oke banget." Halah...ini mah menghibur diri sendiri.

Ayo ah semangat!
Read More

Thursday, 8 October 2015

5 Bulan KRP



Apa yang terjadi jika bayimu sudah bisa ini itu? Emaknya rabid! Padahal ya mungkin perkembangannya sama aja dengan anak sebelah. Tapi tetep, namapun orang tua apalagi ibu tetap merasa anaknya paling pinter. Jadi emang bener kata-kata di sebuah buku (eh atau majalah ya? Atau malah di website??), kalo pingin tau anak kita bener jenius atau ga, musti pake test, bukan pake perasaan dan penglihatan emaknya. Bakalan subjektif, malah cenderung condong ke 'pasti jenius'.

5 bulan ya? Ahh udah 5 bulan aja si Kesit Raka Panjalu kesayangan Ibuk.

Mulai umur 4,5 bulan, si Akis ini hobi angkat-angkat bokong dan kaki. Kata orang Jawa : ngongkok. Namun entah apa yang terjadi, akhir-akhir ini, semingguan ini deh, dia males-malesan. Yang tadinya mulai umur 3-4 bulan dia suka berguling-guling, sekarang juga males mbalik badan. Cuma tengkurep aja, trus ogah mbalik badan sendiri. Ini kenapa bayiku???? 

Ini dia suka angkat-angkat bokong dan kaki di umur 4,5 bulan

Si rambut jangan ditanya ya. Tetep segitu. Dapat masukan dari kiri kanan buat nggundulin lagi si bayi 5 bulan ini biar tar tumbuhnya lebaaattt. Cuma diiyain aja sama ibunya, tapi males nanggepin. Ehh tapi makin ke sini kok agak terlintas untuk pingin nggundulin beneran. Kemudian bimbang lagi, biarin aja anak laki ini. Kemudian terlintas lagi, dan bimbang lagi. Emang tepat sih kalo Libra gambarnya timbangan, lhah orangnya juga bimbang sana bimbang sini.

Stok ASIP?? Aman! Masih ada 2 rak penuh di freezer. Sempet nulis di Akis 4 bulan kalo minum ASIP-nya fresh semua dari chiller, ASIP beku cuman buat jaga-jaga. Tapi akhirnya sekarang ganti strategi karena terlalu banyak ASIP beku yang expired dan ga pernah diperbarui karena ASIP segar langsung diminumkan, padahal volume pumping ga tentu. Kadang banyak, kadang dikit. Malah sekarang seringnya dikit karena kalo malam luar biasa letih, saya melewatkan sesi pumping tengah malam.

Satu lagi yang menjadi catatan manis. Si Akis ini tiap liat abangnya bahagiaaa banget. Si abang juga kayaknya udah ada ikatan tak terlihat dengan adiknya karena kalo lagi main di luar sama temen-temennya bawaannya pingin pulang, mbecandain adiknya. Seperti apa bentuk mbecandainnya? Si Ed muter-muter di sekitar Akis sambil ketawa-ketawa. Si adik demen, hepi dan senyum tak henti-henti. Jangankan abangnya ketawa-ketawa gitu, cuma liat abangnya lewat  aja dia udah tersenyum lebar.  Bahkan ada satu kejadian indah, suatu hari si Ed diajak piknik sama Utinya. Berangkat pagi, sampe rumah jam 10 malam. Ketika dia menjejakkan kaki di rumah hal pertama yang dia tanyain adalah apakah adiknya udah bobo apa belum. Padahal saya tau dia capek dan ngantuk luar biasa. Manis ya? Terlihat manis sih kalo ditulis, tapi ga selalu manis kalo diliat. Soalnya si Ed suka kelewatan becandanya. Ketawanya ga kira-kira, lari-larian loncat-loncatan juga ga kira-kira. Pusing kepala liatnya, takut juga nginjek adiknya. Kalo lagi capek, saya suka emosi jiwa. Untung aja, meski saya kayak timbangan yang suka ragu-ragu, tapi hati saya seperti tape : lembek meski berasa kecut.

1 bulan menjelang MPASI Akis, saya masih agak gamang. Belum sempat belajar-belajar lagi. Siapa tahu ada yang berubah dari aturan MPASI kakaknya dulu. Yahh, udah 4 tahun yang lalu kaaan. Punya proyek ambisius juga untuk menjadikan Akis ga kayak kakaknya : sejak bayi doyan makan apaaaa aja, ehh begitu lepas 2 tahun jadi picky eater. Yang bikin makin gamang, ga ada yang salah dengan MPASI Edsel, semua indah, semua sesuai teori. Tapi hasilnya?? Kenapa sekarang jadi picky kelas berat??? Salahnya di mana?? Jadi apakah karena faktor lingkungan??#cucitangan.

Jadiii saya harus menganut teori yang mana lagi maaakkk??

Kesimpulannya. Saya tahu tujuan, tapi tidak tahu cara mencapai tujuan. Sama ajah! Yok kita belajar lebih dalam lagi. Semoga tidak terlambat keburu 6 bulan. Dan semoga si Akis lebih baik dari kakaknya. Semoga, semoga, dan semoga.....   

(Aduh kenapa jadi membahas MPASI ya?)

Yaudah selamat ulang bulan ke-5 ya sayangku. Eh nambah 1 lagi ding. Tahun ini adalah Idul Adha pertama Akis, sekaligus shalat hari raya pertama yang dia ikuti. Karena ketika Idul Fitri kemarin usianya baru 2 bulan dan dia ga diajak ke lapangan untuk ikut shalat hari raya.

Peluk cium Ibuk eaaa...
Read More

Tuesday, 8 September 2015

4 Bulan KRP

Ini bayiku, yang kayaknya baru hari kemarin saya tangisin sampe mata bengkak karena harus difototerapi selama 36 jam dengan badan kurus. Ini bayiku, yang di bulan pertama dan kedua anteng aja tanpa suara, tanpa banyak gerak, sampe disangkain orang-orang "wah bakalan lama nih perkembangannya". Ini bayiku, yang ternyata pas di bulan ketiganya dia udah tengkurap dengan sukses, dengan rajin dan semangat. Ini bayiku yang demen senyum dan ber-"ae ae" setiap diajak becanda. Ini bayiku, yang dulu keliatan item dan kurus, sekarang berubah jadi (lumayan) putih dan ganteeengg.

Ini bayiku, yang sekarang udah 4 bulan !

Dibandingin si Ed, Akis ini memang lebih rajin tengkurapnya. Udah kayak hobi aja. Kita meleng dikit aja, tau-tau udah ngeguling. Kalo tengkurep, angkat kepalanya sampe tinggi banget. Cuma untuk balik lagi, dia masih agak malas-malasan gitu.

Tangan makin demen dimasukin ke mulut, nyot nyot nyot....

Rambut apa kabar rambut?? Tetep, slawir-slawir dan lembut aja. Hehehe....  Tak apa lah Nak, dengan rambut seadanya pun kamu tetap terganteng di hati Ibu.

Berat badannya 7.5 kg sodara. Alhamdulillah. Tadinya udah khawatir aja anaknya jadi kisut karena minum ASIP-nya susah, rata-rata selama saya tinggal hanya menghabiskan 200-250 ml. Tapi mungkin disubstitusi minum ASI langsung pas saya pulang jam istirahat dan rakus banget jika saya udah di rumah. Bedanya Edsel dan Akis lagi dalam hal per-ASIP-an adalah jika dulu sang kakak sebagian minum ASIP beku dan sebagian ASIP fresh (masih di chiller), nah si adek ini full minum ASIP fresh. ASIP beku yang banyaknya dua rak dalam freezer itu cuman buat jaga2 aja kalo kekurangan ASIP fresh. Mudah-mudahan lebih sehat ya karena masih banyak zat hidup dalam ASI yang belum mati.



Yang mengkhawatirkan itu kalo tidur malam, sekarang makin jarang dipakein kojong (kelambu bayi) soalnya suka diapain ga jelas tau-tau udah geser ato kelempar aja. Naruh guling untuk pembatasnya juga mesti yang gede biar dia ga tengkurap pas kita tidur pules.

Entah mengapa Akis suka sekali tidur miring ke kanan, dari bayi! Sampe ga rata itu bentuk kepala yang bawah, agak-agak peyang gitu.

Daann...senyummu, Nak. Ibu suka. Seperti madu, manis dan menyehatkan.






Read More

Monday, 31 August 2015

Cerita 5 - 5 - 2015

#latepost

Hari Senin siang dengan badan yang masih segar bugar dan ketawa-ketiwi lepas, saya meluncur ke rumah sakit dengan tim yang lengkap minus Ayah. Si Ayah akan menyusul kemudian karena harus mengawasi UN (Ujian Nasional) SMP dulu.

Selasa, pukul 5 pagi saya sudah bersiap-siap untuk mandi dengan pertimbangan karena mau keramas maka mandi saya ga boleh mepet-mepet dengan jadwal operasi, biar rambutnya bisa kering dulu. Menurut bidannya sih jadwal operasinya pukul 10. Tapi jam 06.00 saya sudah mulai 'dipersiapkan' untuk operasi. Mulai dari dipakaikan baju operasi, dipasangi kateter (Ya Allah, kalo boleh hamba memohon, cukup dua kali hamba dipasangi alat ini, ya Allah. Ini yang terakhir), dipasangi selang infus, dan habis itu tiduran di tempat tidur ber-roda yang sama sekali ga nyaman itu. 

Cerita mengenai selang infus ini cukup menyebalkan sodara. Kebetulan karena ini rumah sakit pemerintah, maka yang 'mempersiapkan' saya untuk operasi adalah perawat yang statusnya mahasiswa praktek. Alamaakkk....berkali-kali dia gagal menyuntik selang infus yang untuk lewat obat. Sampe bocor lho selangnya. Sampe menetes-netes basah kuyup gitu tangan saya. Ketika saya protes tentang ini, cuma diplester aja berkali-kali, sambil bilang "gapapa bu, selang infus ya memang begini". Ya ampuunn mbak, memangnya saya tidak tahu bedanya bocor dan tidak. Untungnya di ruang operasi selang infus ini kemudian diganti oleh perawat yang berkompeten. Grrhh...

Ke-sebel-an kedua, operasi dimulai bukan jam 10, tapi jam setengah 12 ! Bayangkan saya tiduran dengan rambut basah dari jam 06.00 sampe jam 11.30 dengan menahan rasa tidak nyaman karena kateter dan infus, ditambah lagi dengan perut lapaarrrr dan kepala kliyengan karena puasa sejak jam 12 malam. Onde mande....

Alhamdulillah akhirnya saya masuk ruang operasi. Nah, ini yang bikin saya lega. Tidak seseram waktu operasi pertama. Dokternya ramah-ramah, baik, dan ketika waktunya suntik pembiusan langsung jadi, tidak sesakit waktu melahirkan si Ed dulu. Yess, alhamdulillah.! 

Operasi kedua ini saya lebih santai ya, mungkin karena udah pernah ngejalanin jadi udah bisa memprediksi aja tar gimana-gimana. Tapi over all, saya merasa lebih nyaman di SC kedua ini. Lebih siap, dan tim dokter (dokter bedah, dokter anestesi, dokter anak, perawat, dan bidan) juga lebih sipp.

Dia adalah yang tangisnya paling kenceng di antara teman-teman se-geng hari itu

Dan setelah penantian saya selama 38 minggu, hari Selasa tanggal 5 - 5 - 2015 pukul 11.55 WIB inilah dia saya persembahkan : Kesit Raka Panjalu dengan berat 2,6 kg panjang 46 cm. Aihhh mungil amat ya. Perkiraan dokter sekitar 2,8 kg-3 kg. Ah si kecil mungilku, Ibu lega Nak akhirnya kau hadir dengan sehat selamat. Ibu cinta ibu cinta ibu ciinnttaaaa....
Read More

Sunday, 30 August 2015

3 bulan KRP

#latepost


Hadeh ini adalah postingan yang melompat-lompat. Belum sempat posting tentang kelahiran tau-tau udah 3 bulan aja. Iya, saya super-super sibuk. Mengurus 2 balita memang menguras waktu dan energi. Tapi bahagianya itu, subhanallah, tak terganti. Serius.

Oke, oke ... karena cerita kelahiran belum diposting juga, maka nama 2nd baby ini belum nongol di blog juga. His name is Kesit Raka Panjalu, yeayy yeaayy.. I love loveeee this name. You can call him Kesit or Akis. Hahhh Akis?? Kenapa jadi Akis?? Banyak ya yang tanya gitu. Ada sejarahnya, tanya sama Ayahnya ya. Tapi saya suka aja kata itu, terdengar manis didengar.  

3 Bulannya baby Akis tanggal 5 bulan Agustus kemarin. Sehari setelahnya, yaitu tanggal 6, dia tengkurap sendiri. Sampai hari ini nih, dia semangaaaatt banget tengkurapnya meski kadang musti extra effort.  Ya itulah bayi, sudah dikasih insting buat usaha dan belajar ga kenal lelah. Kalo ngeliat dia usaha tengkurap trus ga jadi-jadi, saya gemes banget pingin ngebantu #emakgategaan.

Beberapa hari terakhir, dia udah bisa balik sendiri. Jadi dia nih tengkurapnya dari arah sisi kanan, trus baliknya ke kiri. Persis kayak si Ed dulu. Usia mulai dia tengkurap juga hampir sama dengan kakaknya, 3 bulan. Cuman duluan si Akis ini karena persis pas 3 bulan udah tengkurap.

Berat badan juga sama persis, usia 3 bulan beratnya 6,6 kg. Agak khawatir nih dengan kenaikan berat badannya karena sejak saya tinggal kerja mulai tanggal 4 Agustus, minum ASIP-nya cuma dikit. Pake media apa pun sama ajah! Cup feeder, dot, gelas kecil, sendok : NIHIL. Jadinya setiap jam istirahat makan siang, saya belain-belain pulang untuk menyusui langsung. Lumayanlah 8 km bolak-balik 4 kali dalam sehari.

Nah, bocah laki-laki saya yang kedua ini juga udah mulai ngrespon balik orang yang udah familiar sama dia. Kayaknya dimulai di bulan kedua deh. Kalo kita ngomong sama dia nih, dia akan "ao..ao.." kayak njawab obrolan kita. Eh apalagi kalo Ayahnya atau Om-nya yang ngajak ngobrol, kayak dua manusia sahut-sahutan dengan dua bahasa yang berbeda aja. Ha ha ...

Ngeliat Ayahnya dia akan senyum, diajak ngomong sama ibu saya dia senyum, dibecandain om-nya tertawa ngikik-ngikik, saya masang muka-muka aneh senyum lagi. Ngeliat objek yang warna-warni, atau bahkan cuma liat pohon yang tertiup angin ngikik-ngikik juga. Geliginya itu loh, aaak saya jatuh cinta lagiiii...

Tapi untuk orang yang jarang begaul sama dia (cie begaul...), senyumnya terlampau mahal untuk dipersembahkan. Ahh, ini mah kakaknya banget.

Pojok favoritnya Akis itu dinding kamar yang ada gambar Pooh-nya. Dalam keadaan rewel mau minum, galau, atau sedih yang kayak apapun setiap dia ngeliat dinding itu, bisa dipastikan dia akan tersenyum bahagiaaa sekali.

Kesimpulan sampe hari ini Akis itu Easy Boy. Sejak bayi sampe 3 bulan lebih ini dia ga pernah rewel yang sampe bikin kita gaduh. Dia ga pernah begadang (iyyess!). Dia punya jadwal tidur malam dan bangun pagi yang lumayan teratur. Berangkat tidur sekitar pukul 19.00, bangun pagi sekitar pukul 05.30. Bangun malam pun cuma satu kali : di sekitaran pukul 01.30 dini hari cuma buat minum ASI, habis itu bobo lagi dengan gampangnya. Otomatis jadwal mandi pagi dan minum ASI-nya sebelum saya tinggal kerja pun jadi ajeg. Dan jadi gampang juga buat nyusun jadwal untuk kegiatan yang lain. Pokoknya emaknya merdeka banget dah.

Ahh bocah laki-lakiku. Tetaplah jadi Easy Boy ya, Nak. Jadi anak shalih.
Read More
Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 Everything is Beautiful, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena