cinta kami ada dalam secangkir kopi, sepotong coklat, dan di blog ini..

Monday, 5 May 2014

Time to Beach 2014

Hiyyyaaa....telat telat!! Telat lagi nglaporin liburannya. Ini aksi geng jalan-jalan 13 April kemarin ya. Karena berbagai kesibukan, jadi baru sempet posting sekarang.

Jadi seperti biasanya, ini adalah liburan spontanitas. Hari Minggu ga ada acara apa-apa dan ga direncanakan sebelumnya, tau-tau pingin jalan. Ya udah, done! Menyicil list wajib jelajah Gunungkidul maka jalan-jalan kali ini pun tujuannya ke Gunungkidul lagi. Demi memupus rasa malu pada diri sendiri karena udah 4 tahun kerja di Gunungkidul, tapi Pantai Indrayanti aja belum pernah menjejak, maka tujuan pertama adalah Indrayanti. Padahal udah berapa kali tuh diliput TV dan media lain?? Terlalu sekali sayaahhh....

Oh iya, FYI Pantai Indrayanti ini sebenarnya nama aslinya Pantai Pulang Syawal, tapi emang lebih beken dengan nama Indrayanti sesuai dengan nama salah satu restoran yang ada di pantai itu. Saya mah lebih suka nyebutnya Indrayanti, lebih mudah diingat. Walaupun rasanya jadi ga adil ya karena terkesan jadi milik pribadi.

Untuk masuk ke pantai ini kamu hanya dikenai retribusi Rp 10.000,00 per-orang, ini udah termasuk beberapa pantai lain yang berdekatan yaitu Baron, Krakal, Kukup, Sepanjang, Drini, dan Pok Tunggal. Lumayan kan, 10 ribu perak untuk pantai-pantai keren.

Lupakan sejenak yah pantai-pantai kumuh dan tak terawat yang selama ini sempat mampir di pikiran kita ketika membayangkan pantai-pantai di Jawa. No, no, no, big no!!! Ini lebih mirip Hawai kalo kata saya sih. Ha ha ha ... kayak pernah ke Hawai aja. Oke, Bali deh minimal. 


Maaf ya, beberapa foto saya ambil dari yogyes.com karena lupa ga ambil gambar di sekeliling

Resto, cafe, penginapan, gazebo, dan suasana bersih di sepanjang dekat pantai membuat saya sempat lupa bahwa dulu saya sering melewati pantai ini sebelum disulap seperti sekarang. Dulu sebelum dikelola secara profesional, pantai ini memang tidak seperti ini. Hanya melihat air, ombak, dan pasir. Tanpa bonus fasilitas yang oke dan meriah seperti  ini. Jadi ga perlu takut kepanasan, ga perlu takut kelaperan, karna semua ada di sini. Eits, penginapan-penginapannya juga keren punya lho. Saya udah napsu aja ngeliat home stay dan hotel yang dikonsep back to nature. Apalagi yang di atas tebing itu. Maauuuu....! Ga kebayang romantisnya kalo malam hari makan di luar sambil dengerin angin laut dan debur ombak. Hmmm... perlu dikejar nih untuk anniversary pernikahan nanti. He he he.

Oh iya, seperti khas pantai Gunungkidul pada umumnya, di sisi timur pantai ada tebing yang bisa kita naiki karena disediakan tangga yang aman untuk menuju ke atas. Jangan lupa memberi sumbangan sukarela di kotak yang diletakkan di gazebo yang dijaga oleh para pemuda desa setempat ya. Itung-itung untuk ikut membantu mengembangkan pantai ini. 


Naik tangga nyok!

Jalan menuju tebing ada spot berupa kursi yang ditudungi tanaman merambat, kereeenn.

Masukin sumbangan sukarela di kotak ini ya temans...

Dan olalala... jika ada yang pernah bilang kalo Gunungkidul adalah mutiara baru yang mulai bersinar, maka itu benar adanya. Lihat keindahan laut dari tebing ini! Lihattt!!! Bali pun akan malu karena kalah. Subhanallah. Ini bukan keindahan yang main-main, ya Allah.



View dari atas tebing

Menjelang sore kami cabut dan menuju pantai yang selama ini bikin saya penasaran, Pok Tunggal. Nama Pok Tunggal diambil dari nama pohon yang ada di pantai ini. Pohon yang 'katanya' langka ini memang menjadi ikon dan sering jadi favorit berfoto dari pelancong luar daerah untuk membuktikan bahwa mereka sudah sampai di Pok Tunggal. Karena seringnya dipanjat untuk berfoto itulah, pohon ini jadi doyong dan kondisinya mengkhawatirkan.

Pohon yang jadi nama pantai ini : Pok Tunggal

Dari review temen-temen, pantai ini ga kalah oke dari Indrayanti, bahkan view-nya lebih cakep. Okeih, yuk mari kita buktikan. Adduuhhh tapi jalannya itu bikin saya melotot. Jadi dari jalan raya yang beraspal itu kita masih harus masuk kira-kira 2 km dengan kondisi jalan berbatu, sempit, dan rusak. Uff...kalo bawa mobil ke sini, apalagi kalo habis hujan, hati-hati yah. Buat papasan sesama roda empat aja susah lho ya, musti ngalah berhenti dulu salah satu. 

And then....inilah bidadari yang sebenarnya itu. Terlepas dari jalan menuju ke sini yang bikin mual-mual, yang bikin pesimis pantai sekelas apa dengan akses yang begini buruk, yang bikin Edsel bilang kalo kiri kanan jalan kayak rumah Tyrex. Ini, ini...ternyata bidadarinya !! Gak, kamu ga akan nyesel sampe sini dengan bayaran semua di atas. 



Sunset-nya bersaing dengan Kute di Bali

Pok Tunggal memang pantas dianalogikan sebagai bidadari, yang susah untuk menjangkaunya, membuat kita under estimate, tapi ternyata adalah bintang lima. Juara! Tidak berbeda jauh dengan Indrayanti memang, tapi pemandangan di sekeliling pantai, dipadu dengan hamparan pasir putih bersih, matahari sore yang hampir tenggelam, juga suasana yang tidak terlalu ramai membuat pantai ini sempurna untuk menikmati senja. Sempurna. Terlebih untuk keluarga dengan anak balita yang gila lari-larian di pasir macam Edsel. Yes, inilah libuurraaaannnn....!!!

Nyaman bawa anak, apalagi kalo sore.

Jangan takut basah-basahan, di sini banyak kamar mandi

Makin cinta dan bersyukur menjadi bagian dari tempat luar biasa ini. Yuk ke Gunungkidul...!
Read More
Powered by Blogger.

About Me

My Photo
Hai, I stay in Wonogiri, Jawa Tengah. I'm a happy wife and a working mom. I love book and movie very much!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 Everything is Beautiful, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena